Aturan dan Fungsi Sebenarnya Lampu Hazzard Sesuai Undang-Undang Yang Berlaku

Berbeda dengan lampu sein, yang hanya berkedip hanya ke kanan saja atau ke kiri saja, lampu Hazzard ini berfungsi untuk membuat lampu sein kanan dan kiri berkedip bersamaan. Hanya saja untuk beberapa pengendara lampu ini banyak disalahgunakan.

Aturan dan Fungsi Lampu Hazzard

Kebanyakan sih kurang tahu fungsi sebenarnya dari lampu hazzard itu digunakan dalam keadaan seperti apa saja. Penggunaan lampu ini pada mobil dan motor ternyata ada aturannya, bahkan sudah diatur dalam perundang-undangan.

Saat ini penggunaan lampu Hazard sudah diterapkan pada motor-motor terbaru seperti Yamaha All New Vixion dan All New R15, biasanya sih digunakan pada moge.

Tahukah agan seharusnya lampu hazzard digunakan dalam keadaan seperti apa saja ? kalau di jalanan agan pasti sering melihat suka digunakan oleh konvoi motor atau touring, mungkin saja agan salah satu orang yang sering menggunakannya ketika touring. Namun benarkah fungsinya untuk hal tersebut ?

Aturan UU Penggunaan Lampu Hazard

Lampu Darurat berfungsi sebagai penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi kendaraan tersebut. Hal ini tertulis dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan :

“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Kata kata “isyarat lain” dalam UU ini antara lain adalah lampu darurat dan senter. Kemudian kata “keadaan darurat” adalah gambaran untukberbagai keadaan seperti mogok, kecelakaan lalulintas, dan agan sedang melakukan pergantian ban.

Jadi kesimpulannya tidak untuk dinyalakan ketika Touring, kalau tidak anda bisa kenda denda uang yang cukup besar seperti yang dijelaskan pada laman SATLANTAS Aceh Barat:

SETIAP ORANG
Mengakibatkan ganggauan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Fasilitas Pejalan Kaki, dan Alat pengaman Pengguna Jalan. Pasal 275 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (2) 250.000,00

Kesalahan Penggunaan Lampu Hazard Yang Sering Dilakukan

Laman facebook Divisi Humas Polri menyebutkan setidaknya ada 4 kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan lampu Hazard, yaitu :

  1. Menggunakan saat hujan
    Hal ini cuma bikin bingung pengendara yang ada di belakang kita saja, soalnya ketika lampu hazard dihidupkan, lampu sein sebagai penanda akan belok ke kanan atau ke kiri jadi tidak berfungsi. Pengemudi cukup waspada saja kala hujan atau cukup dengan menghidupkan lampu utama saja.
  2. Saat memberi tanda lurus di persimpangan
    Hal ini juga tidak perlu, soalnya tanpa menghidupkan lampu sein pun berarti sudah menunjukan anda bergerak lurus.
  3. Ketika berada di lorong gelap
    Misalkan ketika masuk terowongan, hazard tidak perlu dinyalakan karena tidak ada efeknya. Yang ada hanya membingungkan kendaraan yang ada di belakang. Cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama saja, karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.
  4. Dalam kondisi berkabut
    Cukup menyalakan lampu kabut (fog lamp) yang berwarna kuning atau lampu utama.

Dengan informasi ini, semoga agan bisa lebih bijak ketika menggunakan lampu Hazard agar tidak membahayakan orang lain dan diri anda sendiri.

pencarian :
undang-undang parkir lampu hazard