Mengenal Cakram Rem jenis floating, Apa bedanya dengan cakram biasa?

Ada banyak cara memaksimalkan pengereman, salah satunya dengan menggunakan cakram/disc jenis floating yang tentu saja berbeda dengan jenis cakram konvensional. Piringan cakram memang sangat berpengaruh dalam hal mengurangi kecepatan, makanya kita wajib tahu seluk beluk mengenai komponen ini. Agar agan tidak salah mengerti mengenai komponen dengan sebutan floating disc ini, makanya akan saya bahas dalam artikel ini.

Jika diartikan dari istilah Floating, istilah ini berarti mengambang. Namun bukan berarti cakram ini mengambang layaknya sebuah perahu di atas air. Jenis cakram ini mempunyai jalur pengeraman yang kaku seperti cakram konvensional, jalurnya sedikit oblak ke kiri atau ke kanan. Saat pedal rem di tekan, cakram floating yang fleksibel akan mengeluarkan suara aneh, karena ada jarak main antara bagian yang terkunci di teromol dan bagian floating sebagai brake line-nya.

Komponen cakram floating

komponen-cakram-floating

  • Rotor carrier 
    Bagian tengah dari cakram floating, agan bisa lihat pada bagian yang berwarna kuning. Bahan yang digunakan untuk rotor carrier bisa beragam. Biasanya sih terbuat dari bahan besi baja.
  • Brake rotor
    Bagian jalur cakram yang bergesekan langsung dengan kampas rem.
  • Float button
    Penghubung antara rotor carrier dan brake rotor yang berbentuk cincin, pada bagian inilah yang membuat brake rotor menjadi fleksibel.

Seperti yang saya ucapkan tadi komponen Float button ini menjadi peran utama dalam cakram tipe floating, komponen ini memungkinkan rotor sedikit bebas bergerak ke arah samping, oblak sedikit simpelnya. Pergerakanyang terjadi (kurang dari 0,03 mm) sudah cukup mencegah getaran pada sistem pengereman. Kita tahu kaliper sudah terpasang secara solid, jadi walau setting roda tidak 100% lurus, getaran di sistem pengereman masih bisa dikompensasi dengan pergerakan rotor. Getaran ini akan diredam di float button, dan tidak diteruskan ke suspensi dan stang.

Keunggulan Cakram Floating

  • Dengan ukuran diameter cakram floating yang lebih besar, pengereman pun lebih pakem. Dengan diameter yang besar juga bisa mempercepat pelepasan panas akibat pergesekan kanvas rem dengan permukaan cakram.
  • Dengan pelepasan panas yang baik kita bisa mencegah terjadinya rem macet. Dan, sistem floating ini juga dapat mencegah terjadinya cakram melengkung karena panas.

Cakram floating kurang cocok  jika agan pasangkan dengan jenis kaliper standar, biasanya dipakai di motor bebek atau sport cc kecil. Motor jenis tersebut biasanya menggunakan kaliper model piston satu arah, yaitu mendorong ke arah ban.

Bagusnya floating disc brake ini diterapkan dengan kaliper jenis  radial. Kaliper radial, pistonnya itu mendorong saling berlawanan arah. Bisa piston ganda, 4 atau 6 piston. jenis kaliper ini biasanya diterapkan pada motor ber cc gede. Kebanyakan biker di indonesia masih menggunakan cakram floating dengan kaliper standar pabrikan. Sudah pasti resikonya fungsi floating tidak maksimal. Bahkan, jika terlalu banyak oblak berisiko rem tidak pakem.

Lalu apa bedanya dengan jenis cakram biasa?

komponen cakramnya terdiri dari satu kesatuan atau atu castingan besi saja, tidak terdiri dari berbagai komponen sepeti cakram tipe floating. So bedanya sudah jelaskan?  Cakram tipe ini kebanyakan diguanakan untuk motor ber cc kecil kurang dari atau sama dengan 250cc an. Karena tipe cakram non floating dianggap sudah cukup maksimal untuk hal pengereman.

pencarian :
4 jenis rem cakram tipe full floating, cakram floating, floating cakram, cara membedakan disc brake cakram yang baja dan yang bukan, calram rem yang besi nya, cakram floating vario 125, cakram floating adalah, bedanya cakram floating dan non floating, bahan yang digunakan untuk membuat cakram biasanya terbuat dari, tipe tipe rem cakram full floating