Kolom Pencarian Menu Utama

Masa pakai komponen motor matik bukan cuma ditetapkan dari umur pakai atau seberapa sering anda menggunakannya saja. Kerusakan bisa saja terjadi karena gaya berkendara pemiliknya yang salah. Satu diantara bagian yang saya maksudkan ialah v-belt. V-belt miliki peranan untuk melanjutkan tenaga dari poros engkol ke roda belakang.

V Belt motor

Menurut ketentuan, normal penggunaan v-belt ada pada angka penggunaan 20.000 km sampai 30.000 km. Pergantian v-belt dapat lebih cepat atau lebih lamban dari masa pakai tadi, karena tergantung gaya berkendara & terdapatnya ubahan atau modifikasi di ruang CVT.

Cara membawa motor yang tidak baik dapat membuat v-belt cepat aus. Contohnya saja kalau kita sering mentokin putaran gas & mengentak putaran gas terlalu sering.

— advertisement —

aspek lain yg menjadi biang keladi cepat ausnya v-belt ialah terdapatnya modifikasi pada ruang per CVT. Karena menginginkan akselerasi lebih umumnya pengguna matik pasang per CVT yang lebih keras, dgn ukuran di antara 1.500 sampai 2.000 rpm.

Merubah per CVT jadi lebih keras tentu tidak baik, sebab puli menghimpit v-belt terlalu kuat. Sehingga lebih keras, & v-belt dipaksa kerja keras. Ini dapat membuat v-belt cepat aus & bahkan bisa putus.

Agar v-belt motor matik dapat dipakai lebih lama, jauhi gaya berkendara ugal-ugalan & modifikasi pada bagian tersebut . Mutar gasnya harus ngurut & turuti saja sifat mesin matik agan.

— advertisement —

Jika teknik bawa motornya halus, motor dibawa jarak jauh juga no problem. Tidak membuat v-belt jadi cepat aus. Ini jika kita bicara pemakaian seharian ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *