Kolom Pencarian Menu Utama

Oli mesin dapat diumpamakan sebagai darahnya kendaraan bermotor, dan tentu saja keberadaanya sangatlah penting. Oli bertugas untuk mengurangi goresan yang terjadi karena komponen mesin saling bergesekan.

Efek Samping Terlalu Sering Gonta Ganti Oli Mesin

Dengan pergantian oli secara berkala bisa menghindarkan resiko gear dalam mesin aus akibat gesekan secara langsung karena terlalu encernya sebuah oli. Tidak selamnya keadaan oli di dalam mesin selalu seperti baru, bisa saja menjadi sangat encer dan kotoran-kotoran.

Obrolan mengenai pergantian oli memang tidak ada hentinya, bukan hanya diskusi mengenai keunggulan dari tiap-tiap produk, ternyata Gonta ganti oli juga bisa menjadi perdebatan. dan pertanyaannya adalah apakah ada efek sampingnya jika kita terlalu sering melakukan hal tersebut ?

— advertisement —

Oli yang sekarang ini beredar, oli yang terdapat di Indonesia sudah sangat beragam, mulai dari jenis mineral sampai full syntetic. Masing-masing memang punya kelebihan dan kekurangan.

Ada senyawa-senyawa tertentu yang diberikan tiap pabrikan pada oli yang mereka buat, yang pada dasaranya sih memang formulasinya diperuntukan demi meningkatkan kinerja dan keawetan mesin.

Efek samping gonta ganti oli ?

Hal ini memang menjadi pro dan kontra, dan menimbulkan berbagai macam pendapat. Diantaranya adalah sebagai berikut :

— advertisement —

Pendapat Pertama
Pendapat yang pertama ialah jika agan terlalu sering gonta ganti oli, takutnya ada senyawa dari oli sebelumnya yang mengendap dan menimbulkan efek yang kurang baik pada kinerja mesin. Biasanya setiap merek oli punya formulasi dan senyawa yang berbeda.

Pendapat kedua
Seringnya gonta ganti oli tidak akan menimbulkan efek samping, jika pergantian oli tersebut dalam jangka waktu 1 bulan sekali. Asalkan oli yang akan kita pakai kekentalannya sesuai dengan standar yang dianjurkan tiap pabrikan kendaraan, serta jangan menyamakan oli mesin motor matic dengan motor manual. nantinya jika kita gonta ganti oli, yang kita rasakan adalah perbedaan kualitas dari masing-masing oli saja, bisa bagus atau sebaliknya.

Kalau saya sih pilih pendapat kedua, asalkan sebelum pergantian oli. Sisa oli yang ada di dalam mesin kita bersihkan semaksimal mungkin, contohnya melakukan penyemprotan dengan kompressor agar sisa-sisa oli keluar. Kemudian kode kekentalan oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor.

Contohnya saja Oli kadar SAE-10-40 malah memakai oli dengan spesifikasi SAE 20-40, hal ini bisa berimbas pada kinerja mesin. Biasanya sih jika lebih kental, kinerja mesin jadi lebih berat, kalau lebih encer beresiko terjadinya gesekan komponen secara langsung.

— advertisement —

Bisa repot jika kita merasa kurang nyaman dengan suatu merk oli. Contohnya saja saat ganti oli yang dari yang buruk ke yang lebih berkualitas. Alih-alih cari yang cocok, malah takut menimbulkan efek yang enggak-enggak pada mesin motor 😀 .

Yang penting bersihkan dulu oli lama untuk menghindari efek samping akibat pencampuran secara kimiawi.

Selebihnya silahkan agan-agan sendiri yang menimbang-nimbang mana yang ebih baik untuk dilakukan.

2 Komentar

  • Slamet Riyadi berkata:

    gak niat juga buat gnta ganti merk oli sih min. soalnya udah betah pake federal oil buat motor harian ane. biasanya sih pake yang 10w-30 buat matic ane

  • Pandawa Ilham berkata:

    wadooooh, engga deh min. ane mah selalu pake federal oil. ganti tiap sebulan sekali. udah gitu aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *