Kolom Pencarian Menu Utama

Sepeda motor menjadi salah satu kendaraan yang banyak diandalkan oleh masyarakat di Indonesia. Kendaraan roda dua ini dinilai lebih murah dan lebih praktis untuk digunakan di berbagai situasi. Harga jual sepeda motor jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kendaraan lainnya. Sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat membelinya dengan mudah.

Turing
turing

Sepeda motor juga dinilai lebih praktis dan mudah untuk dikendarai. Pengendaranya akan lebih mudah menembus kemacetan di perkotaan dengan motor. Di samping itu, sebagian orang juga menggunakan sepeda motor untuk bepergian jarak jauh karena waktu tempuh yang diperlukan lebih singkat.

Namun pernahkah kita berpikir bahwa terdapat berbagai risiko atau efek samping dari mengendarai sepeda motor jarak jauh. Apalagi jika seseorang sering melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor, risiko yang mungkin timbul juga akan lebih besar.

— advertisement —

Ada beberapa penyakit yang mungkin saja timbul akibat kebiasaan berkendara dengan sepeda motor jarak jauh. Efek samping ini bisa langsung dirasakan oleh pengendara, tapi beberapa efek samping lainnya dapat dirasakan setelah jangka waktu yang cukup lama.

Nyeri dan Pegal di Bagian Tubuh

Efek samping pertama dari perjalanan jauh menggunakan sepeda motor adalah pegal atau nyeri di beberapa bagian tubuh. Hal ini disebabkan oleh tegangnya beberapa otot di tubuh kita saat sedang berkendara di atas sepeda motor.

Beberapa bagian tubuh yang kerap merasakan pegal setelah perjalanan jauh dengan motor antara lain punggung, pinggang, kaki, dan juga bahu. Apabila kita mengalami pegal atau nyeri, aktivitas kita pun akan terganggu. Untuk mengatasi hal ini, kita disarankan untuk melakukan peregangan tubuh setelah berkendara jarak jauh.

— advertisement —

Baca Juga :

Iritasi Mata

Risiko kedua setelah mengendarai motor untuk menempuh perjalanan jauh yaitu iritasi mata. Debu yang beterbangan di jalanan menjadi penyebab utama terjadinya iritasi ini. Sebagian besar pengendara sepeda motor mengeluhkan iritasi mata.

Untuk mencegah terjadinya iritasi pada mata selama berkendara dengan sepeda motor, yang sebaiknya kita lakukan adalah menutup kaca helm. Jika dirasa kurang maksimal dalam mencegah debu masuk ke mata, menggunakan kacamata khusus untuk touring bisa menjadi pilihan yang bagus.

Jika mata kita sudah mengalami iritasi akibat debu, yang bisa kita lakukan yaitu menggunakan obat tetes mata. Jangan sembarang menggunakan obat ini, sesuaikan dengan gejala yang kita rasakan. Terlalu sering menggunakan obat tetes mata juga dapat menimbulkan penyakit lainnya yang lebih berbahaya.

— advertisement —

Kulit Kusam dan Jerawat

Kita sudah memahami bahwa di jalanan, debu yang menjadi musuh utama kita. Selain menyebabkan iritasi mata, wajah kita pun bisa mengalami masalah karenanya. Kulit kusam dan berjerawat adalah masalah kulit yang paling sering ditemui pada pengendara sepeda motor. Apalagi mereka yang intens mengendarai motor setiap hari.

Agar keadaan kulit tidak semakin buruk, sebaiknya kita segera membersihkan wajah setelah perjalanan jauh dengan sepeda motor. Mencuci wajah menggunakan sabun saja tidak cukup, kita disarankan untuk melakukan double cleansing. Pembersihan pertama dilakukan menggunakan susu pembersih maupun micellar water. Baru kemudian cuci wajah menggunakan sabun khusus.

Gangguan Saluran Pernapasan

Asap dan debu menjadi teman setia kita ketika berkendara dengan sepeda motor. Apalagi untuk perjalanan jarak jauh, waktu kita terpapar udara kotor dan juga debu tentunya lebih lama.

Tanpa kita sadari, debu dan asap di jalanan bisa membawa masalah yang lebih serius pada kesehatan saluran pernapasan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu penyakit yang mengancam para pengendara sepeda motor.

Agar kita terhindar dari penyakit pernapasan seperti ini, cara mencegahnya cukup mudah. Menggunakan masker dan juga memakai jaket dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit pada saluran pernapasan.

Menggunakan jaket ketika berkendara sangat wajib hukumnya. Sebab terpaan angin yang kencang selama perjalanan dengan sepeda motor juga bisa menyebabkan beberapa masalah serius. Bronkitis dan TBC bisa saja kita derita apabila tidak pernah menggunakan jaket ketika perjalanan jauh naik motor.

Saraf Terjepit

Tak hanya menyebabkan badan pegal dan nyeri, mengendarai sepeda motor setiap hari untuk perjalanan jauh juga bisa menyebabkan saraf terjepit. Hal ini merupakan akibat yang tubuh kita terima akibat getaran pada motor saat dikendarai. Lama-kelamaan, jaringan saraf bisa robek dan akhirnya terjepit.

Tenang, risiko sarao terjepit ini bisa kita antisipasi dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga saja tidaklah cukup, melengkapi asupan gizi dengan makanan yang tinggi kalsium dan protein juga penting. Dengan konsumsi makanan kaya protein dan kalsium, kita sudah berupaya untuk memperkuat otot kita dan mengurangi risiko saraf terjepit.

Demikianlah berbagai risiko atau efek samping dari naik motor jarak jauh. Beristirahatlah setiap 2 jam sekali selama berkendara untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan keselamatan dalam berkendara. Jangan lupa untuk mengenakan atribut untuk berkendara secara aman dan nyaman.

— advertisement —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *