Kolom Pencarian Menu Utama

Oli termasuk kebutuhan dasar bagi mesin kendaraan baik roda empat atau roda dua. Mobil dan motor semua membutuhkan oli agar mesin bisa berfungsi dengan baik, halus dan enak dikendarai. Oli harus diganti secara berkala untuk menjaga fungsinya pada mesin tetap prima dan sempurna. Banyak pilihan merk dan jenis oli yang bisa Anda temukan dengan mudah di toko-toko onderdil kendaraan.

Tips-Memilih-Oli-Motor

Tentunya semua orang juga sudah tahu bahwa oli untuk kendaraan beroda dua atau motor dengan oli mobil itu berbeda. Sehingga saat membelinya Anda juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk motor atau mobil. Disamping itu Anda sebaiknya ketahui juga bagaimana karakter dari mesin apakah cocok dengan merk oli tertentu. Pemilihan jenis oli yang benar akan membuat mesin lebih awet.

Sebagai panduan bagi Anda yang belum paham benar bagaimana memilih oli motor yang tepat bisa menyimak penjelasan berikut ini.

— advertisement —

Cara Memilih Oli untuk Motor

Perhatikan Tingkat Kekentalan Oli atau SAE

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika akan memilih dan membeli oli untuk motor adalah berapa SAE yang dimiliki. Apakah yang disebut dengan SAE itu? SAE adalah singkatan dari Society of Automomative Engineers atau tingkat kekentalan pada oli.

Pilihlah oli dengan SAE yang sama dengan oli yang digunakan sebelumnya. Jika tidak menemukan oli yang persis dengan sebelumnya bisa memakai jenis multigrade. Lihat kode yang tercantum di bagian belakang kemasan, karena kode di depan merupakan kode musim panas dan dingin. Secara otomatis kode tersebut tidak akan berpengaruh di Indonesia.

Sebagai contoh jika awalnya motor Anda menggunakan oli dengan kode 10W-40 bisa diganti dengan kode 5W-40 atau 20W-40. Yang perlu Anda ingat hanyalah umur dari kendaraan yang akan diganti olinya tersebut. Jika motor Anda sudah berumur lebih dari 5 tahun sangat disarankan menggunakan oli yang SAE-nya lebih tinggi.

— advertisement —

Penggunaan oli yang lebih kental dikarenakan komponen motor yang sudah mulai renggang karena pengaruh umur kendaraan. Sedangkan pada motor yang masih baru komponennya relatif rapat jadi bisa menggunakan oli yang kekentalannya lebih rendah.

Perhatikan Kode Mutu Oli atau API

Selain SAE atau tingkat kekentalan oli, Anda juga harus memperhatikan API atau kode mutu oli. Disarankan untuk memakai oli yang sesuai dengan standar bawaan motor tersebut. Atau kalau tidak pilih oli dengan kode yang lebih tinggi. Sebagai contoh jika oli bawaan menggunakan kode SE maka gunakan kode yang sama saat menggantinya. Kalau tidak pakai kode SF atau yang lebih tinggi.

Jangan mengganti oli dengan kode yang lebih rendah karena faktor zat adiktif yang ada pada pelumas tersebut. Zat adiktif pada oli harus sesuai dengan kualitas pada mesin kendaraan. Maka dari itu jika Anda menggunakan oli yang kode mutunya lebih rendah akibatnya bisa merusak mesin pada kendaraan.

Perhatikan Standar JASO Oli

Dalam memilih oli memang cukup banyak standar dan kode yang harus Anda lihat. Salah satunya adalah JASO atau Japan Automobile Standard Organization yang menunjukkan standar untuk kopling. Ada 2 jenis standar ini yaitu JASO MA dan JASO MB. Jaso MA lebih banyak digunakan pada jenis motor dengan gaya gesek yang tinggi atau kopling basah. Contohnya adalah motor sport.

— advertisement —

Sedangkan oli dengan standar JASO MB umumnya digunakan bagi motor dengan jenis kopling kering dimana gaya geseknya rendah. Kalau kendaraan roda 2 milik Anda adalah motor matic, oli yang cocok adalah jenis JASO MB.

Sebaiknya jangan sampai terlambat mengganti oli kendaraan agar tidak membuat mesinnya menjadi terganggu. Untuk itulah memang sebaiknya Anda mengetahui apa saja tanda bahwa oli motor sudah waktunya diganti. Cek dalam penjelasan di bawah ini.

Tanda Motor Harus Ganti Oli

Oli Sudah Encer dan Warna Hitam Pekat

Kalau oli kendaraan roda 2 sudah berkurang kekentalannya dan menjadi encer mungkin saatnya untuk diganti. Terlebih jika warnanya sudah menjadi hitam pekat. Oli yang masih bagus akan memiliki warna biru atau cokelat meskipun teksturnya pekat. Warna oli yang berubah hitam pekat disebabkan oleh panasnya kendaraan yang menghasilkan emisi sebagai sisa pembakaran.

Baca Juga :

Warna hitam yang terdapat pada oli menandakan sudah terkontaminasi zat-zat sisa pembakaran. Gas NOx, kerak mesin dan bensin yang tidak terbakar sempurna adalah beberapa zat yang menyebabkan warna oli menjadi hitam pekat.

Volume Oli Mesin Berkurang

Hal selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengenali apakah oli motor sudah waktunya diganti adalah lihat volumenya. Yang dimaksud disini adalah volume pada oli mesin. Normalnya volume oli mesin adalah sekitar 800 ml untuk kendaraan berkapasitas 150 cc ke bawah.

Suhu Mesin Tinggi

Oli yang sudah harus diganti akan ditunjukkan dengan suhu tinggi pada mesin kendaraan. Oli memiliki fungsi untuk meratakan panas pada mesin sehingga ketika sudah berkurang kualitasnya akan mengurangi kemampuan hantarannya. Inilah yang pada akhirnya membuat suhu pada mesin menjadi lebih tinggi.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *